01 Desember 2009
28 November 2009
26 November 2009
Idul Adha 2009
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ
Idul Adha telah tiba.....
Ayo serukan takbir untuk selalu mengingat Allah...
Allah Ta'ala berfirman :
"Artinya : Dan hendaklah kalian mencukupkan bilangannya dan hendaklah kalian
mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kalian,
mudah-mudahan kalian mau bersyukur".
Telah pasti riwayat bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam :
"Artinya : Beliau keluar pada hari Idul fitri, maka beliau bertakbir hingga
tiba di mushalla (tanah lapang), dan hingga ditunaikannya shalat. Apabila
beliau telah menunaikan shalat, beliau menghentikan takbir".[1]
Berkata Al-Muhaddits Syaikh Al Albani :
"Dalam hadits ini ada dalil disyari'atkannya melakukan takbir secara jahr
(keras/bersuara) di jalanan menuju mushalla sebagaimana yang biasa dilakukan
kaum muslimin. Meskipun banyak dari mereka mulai menganggap remeh sunnah ini
hingga hampir-hampir sunnah ini sekedar menjadi berita ...
Termasuk yang baik untuk disebutkan dalam kesempatan ini adalah bahwa
mengeraskan takbir disini tidak disyari'atkan berkumpul atas satu suara
(menyuarakan takbir secara serempak dengan dipimpin seseorang -pent)
sebagaimana dilakukan oleh sebagian orang. Demikian pula setiap dzikir yang
disyariatkan untuk mengeraskan suara ketika membacanya atau tidak
disyariatkan mengeraskan suara, maka tidak dibenarkan berkumpul atas satu
suara seperti yang telah disebutkan. Hendaknya kita hati-hati dari perbuatan
tersebut[2], dan hendaklah kita selalu meletakkan di hadapan mata kita bahwa
sebaik-baik petunjuk adalah petunjuknya Muhammad Shallallahu 'alaihi wa
sallam".
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ditanya tentang waktu takbir pada dua hari
raya, maka beliau rahimahullah menjawab :
"Segala puji bagi Allah, pendapat yang paling benar tentang takbir ini yang
jumhur salaf dan para ahli fiqih dari kalangan sahabat serta imam berpegang
dengannya adalah : Hendaklah takbir dilakukan mulai dari waktu fajar hari
Arafah sampai akhir hari Tasyriq ( tanggal 11,12,13 Dzulhijjah), dilakukan
setiap selesai mengerjakan shalat, dan disyariatkan bagi setiap orang untuk
mengeraskan suara dalam bertakbir ketika keluar untuk shalat Id. Ini
merupakan kesepakatan para imam yang empat". [Majmu Al -Fatawa 24/220 dan
lihat 'Subulus Salam' 2/71-72]
Aku katakan : Ucapan beliau rahimahullah : '(dilakukan) setelah selesai
shalat' -secara khusus tidaklah dilandasi dalil. Yang benar, takbir
dilakukan pada setiap waktu tanpa pengkhususan.
Yang menunjukkan demikian adalah ucapan Imam Bukhari dalam kitab 'Iedain
dari "Shahih Bukhari" 2/416 : "Bab Takbir pada hari-hari Mina, dan pada
keesokan paginya menuju Arafah".
Umar Radliallahu 'anhu pernah bertakbir di kubahnya di Mina. Maka
orang-orang yang berada di masjid mendengarnya lalu mereka bertakbir dan
bertakbir pula orang-orang yang berada di pasar hingga kota Mina gemuruh
dengan suara takbir.
Ibnu Umar pernah bertakbir di Mina pada hari-hari itu dan setelah shalat
(lima waktu), di tempat tidurnya, di kemah, di majlis dan di tempat
berjalannya pada hari-hari itu seluruhnya.
Maimunnah pernah bertakbir pada hari kurban, dan para wanita bertakbir di
belakang Aban bin Utsman dan Umar bin Abdul Aziz pada malam-malam hari
Tasyriq bersama kaum pria di masjid".
Pada pagi hari Idul Fitri dan Idul Adha, Ibnu Umar mengeraskan takbir hingga
ia tiba di mushalla, kemudian ia tetap bertakbir hingga datang imam.
[Diriwayatkan oleh Ad-Daraquthni, Ibnu Abi Syaibah dan selainnya dengan
isnad yang shahih. Lihat "Irwaul Ghalil' 650]
Sepanjang yang aku ketahui, tidak ada hadits nabawi yang shahih tentang tata
cara takbir. Yang ada hanyalah tata cara takbir yang di riwayatkan dari
sebagian sahabat, semoga Allah meridlai mereka semuanya.
Seperti Ibnu Mas'ud, ia mengucapkan takbir dengan lafadh :
Allahu Akbar Allahu Akbar Laa ilaha illallaha, wa Allahu Akbar, Allahu Akbar
wa lillahil hamdu.
"Artinya : Allah Maha Besar Allah Maha Besar, Tidak ada sesembahan yang
benar kecuali Allah, Allah Maha Besar Allah Maha Besar dan untuk Allah
segala pujian". [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah 2/168 dengan isnad yang
shahih]
Sedangkan Ibnu Abbas bertakbir dengan lafadh.
Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar, wa lillahil hamdu, Allahu Akbar, wa
Ajalla Allahu Akbar 'alaa maa hadanaa.
"Artinya : Allah Maha Besar Allah Maha Besar Allah Maha Besar dan bagi Allah
lah segala pujian, Allah Maha Besar dan Maha Mulia, Allah Maha Besar atas
petunjuk yang diberikannya pada kita". [Diriwayatkan oleh Al Baihaqi 3/315
dan sanadnya shahih]
Abdurrazzaq[3] -dan dari jalannya Al-Baihaqi dalam "As Sunanul Kubra"
(3/316)- meriwayatkan dengan sanad yang shahih dari Salman Al- Khair
Radliallahu anhu, ia berkata :
"Artinya : Agungkanlah Allah dengan mengucapkan : Allahu Akbar, Allahu
Akbar, Allahu Akbar kabira".
Banyak orang awam yang menyelisihi dzikir yang diriwayatkan dari salaf ini
dengan dzikir-dzikir lain dan dengan tambahan yang dibuat-buat tanpa ada
asalnya. Sehingga Al-Hafidh Ibnu Hajar rahimahullah berkata dalam "Fathul
Bari (2/536) :
"Pada masa ini telah diada adakan suatu tambahan[4] dalam dzikir itu, yang
sebenarnya tidak ada asalanya".
[Disalin dari buku Ahkaamu Al'Iidaini Fii Al Sunnah Al Muthahharah, edisi
Indonesia Hari Raya Bersama Rasulullah, oleh Syaikh Ali bin Hasan bin Ali
Abdul Hamid al-Halabi Al-Atsari hal. 19-22, terbitan Pustaka Al-Haura',
penerjemah Ummu Ishaq Zulfa Husein]
30 April 2009
Mengeluh
Ibnu bertanya pada kawan-kawan pada facebook tentang "
Heran mengapa byk skali org2 yg srg skali mengeluh dlm mnjalani hdpny? Bahkan prmasalahan yg mudah.. Sbenarny apa sih gunany mengeluh?
lalu ada yang menjawab :
Andre :
wah ngejak diskusi serius iki ..
karena mrk sdh biasa d manjakan dg hdupnya dan ga mau lepas dr zona kenyamanan .. akhirnya mengeluh krn sdkt tdk nyaman dr biasanya ..org yg mengeluh sprt ini biasanya org yg malaz ..cenderung hidupnya hny untuk bersantai ..tdk berpikir apa yg akn d lakukan bsk ..
Ainun :
Walo pnjng lbar tp ad bnrx jg?
Yoehar :
Setuju slim, kadang2 koen pinter yo :-P
Ferry :
F*CK u slim tumben bener nyotoh nang endi opo d kandani mbah google
Ibnu :
teng kiu.. tenk kiu sing wes ngasih comment...
@Andrey : ya iyalah biar otak qta slalu berfikir klo srg diskusi.. beda gag dgn curhat? apa dg mengeluh dpt mnyelesaikan masalah? trus guna gag mengeluh itu?
@Ainun : yg kmu mksd sapa? aQ apa Andre?... Read More
@Yoe, Ferry : mngkn ada tmbhn dr statement Muslim???
Ainun :
Y andrelah,,kan yg statementx pjg lbar it muslim.hehe...
Ririn :
eniwei,,ngeluh aja tu ga ada gunanya.
curhat kadang beda ma ngeluh.
curhat kan intinya sharing,,sekedar bikin ati rada plong,,belum tentu ngeluh
lain lagi klo di tiap curhat isinya ngeluh melulu....
pokoknys
jsdi orang tu jangan cuma bisa ngeluh.
trus klo ada sesuatu yg ga sesuai kehendak hati, ya jangan sembarangan nyalahin orang lain atau nyalahin keadaan.
Admin :
Tenk's lah buat yang udah komentar...
08 November 2008
Barack Obama
Barack Hussein Obama lahir di Honolulu, Hawaii, 4 Agustus 1961.
Dari pasangan Barack Hussein Obama, Sr., seorang Kenya berkulit hitam dari Nyang’oma Kogelo, Distrik Siaya, Kenya, dan Ann Dunham, seorang Amerika berkulit putih dari Wichita, Kansas. adalah seorang politisi Amerika Serikat dan pemenang Pemilu Presiden 2008. Sebagai Presiden-terpilih AS, ia akan mulai menjabat secara resmi sebagai Presiden AS ke-44 pada 20 Januari 2009. Saat ini ia adalah Senator Junior dari Illinois.
Orangtuanya bertemu ketika bersekolah di Universitas Hawaii di Manoa, dimana ayahnya adalah murid asing. Keduanya berpisah ketika Obama berusia dua tahun dan akhirnya bercerai. Ayah Obama kembali ke Kenya dan melihat anaknya untuk terakhir kalinya sebelum meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas tahun 1982. Setelah bercerai, Dunham menikahi Lolo Soetoro, dan keluarganya pindah ke tanah air Soetoro di Indonesia tahun 1967, dimana Obama bersekolah di sekolah lokal di Jakarta hingga ia berusia 10 tahun. Ia kembali ke Honolulu untuk tinggal bersama kakek dan neneknya dan belajar di Sekolah Punahou sejak kelas lima tahun 1971 hingga lulus SMA pada 1979. Ibu Obama kembali ke Hawaii tahun 1972 selama beberapa tahun dan kemudian ke Indonesia untuk menyelesaikan kerja lapangan untuk disertasi doktoral. Ia meninggal karena kanker rahim tahun 1995. Sebagai seorang dewasa, Obama mengakui bahwa ketika SMA ia menggunakan mariyuana, kokain, dan alkohol, yang ia jelaskan pada Forum Sipil Presiden 2008 sebagai kesalahan moralnya yang terbesar. Setelah SMA, Obama pindah ke Los Angeles, dimana ia belajar di Perguruan Tinggi Occidental selama dua tahun. Ia kemudian dipindahkan ke Universitas Columbia di New York City, dimana ia lulus dalam bidang pengetahuan politik dengan kelebihan pada hubungan internasional. Obama lulus dengan B.A. dari Columbia tahun 1983, kemudian bekerja selama setahun di Business International Corporation dan kemudian di New York Public Interest Research Group.
29 Oktober 2008
Ulang Tahun Global TV yang ke-6
Pada 08 Oktober 2008 Global TV menginjak ulang tahunnya yang ke-6.
Dalam rangka merayakan ulang tahunnya yang ke-6 ini, Global TV pada hari Rabu tanggal 29 Oktober 2008 mulai pukul 20.00 akan menayangkan sebuah pergelaran dengan tema "TERBAIK dan TERINDAH".




























